Three Gejala Buying And Selling Retizen

Dalam transaksi pasar saham dikenal dengan yang namanya trading saham. Trading saham adalah melakukan jual-beli saham untuk mendapatkan cuan dalam waktu singkat. Trading saham dibedakan dari investasi saham yang jangka waktu mengambil cuannya untuk jangka panjang, tidak seperti buying and selling saham yang bisa harian atau mingguan.

Trading saham tidak ada yang melarang karena setiap orang punya profil risikonya sendiri-sendiri. Bagi mereka yang tipenya agresif tentu bukan menjadi persoalan, toh trading saham dan tentunya investasi saham saat ini sudah mudah dilakukan semisal dengan aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas. Trading saham dan investasi saham sudah bisa dilakukan secara on-line dengan cepat dan mudah dengan hape di tangan.

Yang jadi masalah adalah buying and selling saham yang dilakukan oleh mereka yang masih pemula yang belum tahu profil risikonya atau mereka yang sudah lama berkecimpung di pasar saham hingga tidak terkontrol karena dorongan psikologis semata sehingga sulit berhenti, meski ada keinginan untuk berhenti.

Trader yang sudah tidak terkontral ini biasanya sudah di taraf lebih dari overtrading, karena dealer dengan kondisi masih overtrading secara psikologi masih bisa berhenti dan bisa berhenti jika mau.

Mereka yang buying and selling secara tidak terkontrol ini biasanya berpandangan karena trading itu menyenangkan meski tidak profit. Profit tidak earnings tetap dilakukan karena tradingnya memicu pengeluaran dopamin.

Lantas seperti apa gejala trading saham yang tidak sehat lagi dan sudah tidak terkontrol itu? Berikut ini 3 gejalanya:

1. Marah besar saat merasa terganggu

Mereka yang sudah tidak terkontrol atau kecancuan berat biasanya banyak menggunakan waktu luangnya untuk memantau pasar dan mendahulukan trading dibanding pekerjaan utama, anak atau kelauarga. Trader saham yang sudah tidak sehat atau kecanduan biasanya gampang marah besar begitu diganggu anak, istri anggota keluarga lainnya dan banyak menggunakan waktunya hanya untuk market dan trading. Sabtu dan Minggu saja sudah gatal ingin buying and selling.

2. Trading setiap waktu dan di setiap kondisi

Karena sudah kencanduan maka sudah tidak tahu waktu dalam tradingnya. Mereka ini biasanya berdalih mencari uang, tetapi sebenarnya ada unsur psikologi mencari kenikmatan buying and selling. Trader yang sudah tak terkontrol ini biasanya tidak peduli dengan strategi atau kondisi marketplace, sehingga cenderung berspekulasi.

Ciri buying and selling yang tidak sehat lagi adalah dealer yang menggunakan semua uangnya, termasuk uang yang seharusnya untuk pos kebutuhan hidup hingga bayar utang. Jika sudah tidak terkendali, biasanya menjadi kalap dalam menggunakan uang yang seharusnya tidak untuk trading.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini

Comments

Popular posts from this blog

Cara Memilih Saham Yang Tepat Untuk Buying And Selling Harian

Daftar Saham Sektor Alternate, Offerings, Dan Investment Trading Forex Dan Saham

Strategi Sukses Cara Buying And Selling Saham Harian Agar Untung Terus