Trading Saham Halal Atau Haram? Begini Hukumnya Menurut Islam Dan Tips Trading Syariah - Cermati.com
Written byAufi Ramadhania Pasha8 Oktober 2021
Trading saham menjadi salah satu device investasi yang digilai banyak orang. Tak hanya investor yang berpengalaman saja, tapi orang yang baru saja ingin terjun investasi pun langsung berkecimpung di dunia trading.
Belakangan ini, tak sedikit orang yang telah sukses buying and selling saham berbagi pengalamannya di media sosial, mulai dari Instagram, TikTok hingga Youtube. Mulai dari cara, modal, hingga keuntungan trading saham yang begitu besar.
Dikarenakan rasa penasaran yang tinggi dan ingin untung besar, alhasil banyak orang terutama anak muda tertarik untuk trading saham. Bahkan, di 2021 ini, jumlah investor saham tumbuh pesat. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) in line with September 2021 tercatat jumlah investor saham sebanyak 6,1 juta lebih investor.
Meski begitu, buying and selling saham ini masih menjadi tanda tanya banyak orang, apakah trading saham halal atau haram?
Pertanyaan ini jugalah yang membuat sebagian besar investor pemula menjadi ragu untuk mencoba buying and selling. Maka dari itu, kamu yang ingin mendapat kejelasan, berikut ulasan mengenai beberapa fakta trading saham mulai dari pengertian buying and selling saham, cara kerja hingga hukumnya menurut islam.
Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!
Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!
Apa Itu Trading Saham?
Trading saham halal atau haram?
Telah kita ketahui, bahwa saham adalah instrument investasi yang investornya diberikan bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal.
Sementara, buying and selling adalah transaksi jual beli dalam jangka pendek di pasar finansial. Perlu di ketahui, buying and selling disini bukan hanya saham saja, tapi juga valuta asing atau foreign exchange.
Dapat diartikan trading saham adalah kegiatan jual beli surat bukti kepemilikan atas perusahaan atau perseroan terbatas dalam jangka pendek. Umumnya, jangka pendek pada buying and selling saham ini dilihat dari harga pasar setiap harinya.
Tak heran, jika investor trading saham sering melihat perkembangan harga saham setiap saat dan bisa mendapat untung besar setiap harinya jika menjual saham diwaktu yang tepat.
Baca Juga: Main Saham Online: Cara Buka Rekening dan Jual Beli Saham untuk Pemula
Trading Halal atau Haram Menurut MUI dan Islam
Sebelum jauh, terlebih dahulu kamu perlu memahami tentang Investasi saham yang disebut juga dengan pasar modal. Berdasarkan Fatwa DSN No.40 MUI (Majelis Ulama Indonesia), berikut pendapat tentang investasi saham, yaitu:
Transaksi jual beli saham hukumnya adalah boleh.
Saham-saham yang diperbolehkan adalah saham perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur dengan ketentuan yang benar ada bukan rekayasa.
Saham boleh dijual dan dijaminkan asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sementara itu, buying and selling halal atau haramnya menurut MUI dan islam adalah dilihat dari tiga elemen dasarnya, yaitu:
Transaksi saham
Pengelolaan perusahaan
Cara penerbitan saham
Jika, ketiga elemen tersebut dijalankan sesuai prinsip syariah atau ajaran agama islam, maka trading saham halal dan boleh dilakukan. Selain itu, saham yang diperdagangkan tidak berasal dari perusahaan yang bergerak dibisang haram menurut islam, seperti minuman keras, industri kasino, dan sebagainya
Namun, trading haram, apabila dilakukan dengan cara spekulasi atau untung-untungan yang dilarang dalam islam, seperti:
Tujuan utama transaksi untuk jual beli
Transaksi berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
Transaksi saat harga saham yang naik
Tips Trading Saham Syariah Bagi Pemula
Trading saham halal atau haram
1. Pelajari Analisa Trading Saham
Tak ada satu pun investor yang ingin mengalami kerugian, termasuk kamu, bukan? Maka dari itu, sebelum memulai buying and selling, sangat penting bagi dealer (seseorang yang melakukan trading) untuk mempelajari segala hal analisa buying and selling saham agar investasi yang dilakukan bisa membuahkan hasil yang bagus.
Analisa buying and selling saham ini mulai dari pasar saham yang fundamental dan sifat teknikal, tapi apakah perbedaannya?
Analisa fundamental
Trading dengan analisa fundamental berdasarkan dari kondisi suatu perusahaan, ekonomi dan industri terkait. Umumnya, analisa ini menggunakan indicator perusahaan yang melalui laporan keuangan perusahaan.
Analisa teknikal
Analisa teknikal pada buying and selling menggunakan statistics-facts mengenai harga historis yang terjadi pada tren pasar saham. Investor yang ingin membeli atau menjual saham harus melihat dari grafik historis pergerakan saham. Analisa teknikal inilah yang sering digunakan para dealer saham.
2. Mulai Trading Saham dengan Modal Kecil
Bagi trader saham yang profesional dan banyak pengalaman, tentunya akan memulai dengan modal investasi yang besar. Namun, besaran modal investasi tersebut jangan dijadikan patokan kamu untuk buying and selling.
Bagi yang baru mau trading saham syariah, kamu bisa memulainya dengan modal investasi yang minim atau kecil sesuai kemampuan finansialmu. Misalnya saja dengan Rp200 ribu, Rp500 ribu dan seterusnya.
Jika kamu sudah memiliki pengalaman trading yang mumpuni, tak ada salahnya kumpulkan modal untuk buying and selling saham. Kamu bisa mulai menabung dana investasi bulan ini dengan mengalihkan 5-10% dari gaji keseluruhan.
3. Pakai Aplikasi SOTS
Bagi kamu yang ingin buying and selling saham syariah tentunya tidak bisa sembarangan dalam melakukan trading sebab semua harus menggunakan prinsip syariah atau sesuai ajaran islam.
Untuk memudahkan kamu dalam trading saham syariah, kamu bisa menggunakan aplikasi SOTS atau Shariah Online Trading System. Pada aplikasi ini, trader pemula bisa langsung mempelajari dan memahami sistem trading syariah.
Harus kamu ingat, dengan aplikasi SOTS, trader harus menggunakan uang tunai dalam setiap buying and selling saham. Selain itu, kamu tidak menggunakan praktik margin trading dan tidak boleh melakukan penjualan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Investasi Saham Syariah, Alhamdulillah Menguntungkan dan Halalan Toyyiban
four. Pilih Saham Syariah dari Aplikasi DES
Trading syariah, berarti kamu juga harus memilih saham yang syariah atau kebijakan perusahaan menggunakan aturan ajaran islam. Untuk itu, kamu perlu mengecek profil dan memilih perusahaan syariah.
Ada cara praktis yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui saham syariah, yaitu dengan mengandalkan aplikasi DES (Daftar Efek Syariah) yang diciptakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada aplikasi ini terdaftar 400 lebih saham yang berlandaskan syariah islam yang tergabung dalam ISSI (indikator dari kinerja pasar saham syariah infonesia).
Berikut 20 saham syariah diantaranya:
Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
Adaro Energy Tbk (ADRO)
AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
Barito Pacific Tbk (BRPT)
Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
XL Axiata Tbk (EXCL)
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Vale Indonesia Tbk (INCO)
Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)
Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
five. Ketahui Sifat Kepemilikan Saham
Sifat kepemilikan saham syariah dengan konvensional jelas berbeda. Trading syariah hanya boleh memperdagangkan saham biasa seperti menjual sebagian dari saham perusahaan dan dianggap sebagai kepemilikan perseorangan.
Kamu sebagai pemilik memiliki hak menjual atau meminjamkan selama tidak adanya kerugian bagi pemegang saham yang lain.
6. Cek Trading Saham Secara Berkala
Setelah menyetorkan dana investasi, jangan kamu abaikan kemudian tinggal menunggu hasil. Cara seperti ini justru hanya membuat kamu bisa mengalami kerugian. Sama halnya dengan investasi pada umumnya, buying and selling saham juga memerlukan pengecekan secara berkala.
Pastikan kamu melakukan cek secara detail, mulai dari terjadi kenaikan harga atau tidak, kapan waktu yang tepat untuk beli dan sebagainya. Dengan pengecekan buying and selling saham ini juga membuat kamu lebih mudah menyusun strategi agar buying and selling saham bisa memberikan keuntungan yang maksimal.
Adapun waktu bursa efek terbaik yang perlu diingat dealer saham yaitu:
Comments
Post a Comment